Judul : Raksasa Dari Jogja
Penulis : Dwitasari
Penerbit : Plot
Point Publishing
Tahun terbit : 2012
Tebal Buku :
271 halaman
Cetakan : Ketiga
Kategori : Novel remaja (fiksi)
Novel ini menceritakan tentang kehidupan seseorang yang
bernama Bianca Dominique. Ia tak percaya dengan apa itu cinta, karena baginya
cinta hanya mengingatkannya pada keluarganya yang tak harmonis. Bianca
menderita melihat Papanya yang tak segan-segan melakukan kekerasan pada Mamanya. Apalagi perlakuan kasar Papanya berbanding
terbalik dengan sikap Mamanya yang pasrah dan lemah. Bagi Bianca, kedua orang
tuanya tidak saling mencintai tetapi hanya saling membenci. Meskipun ia tak
mempercayai cinta, sebenarnya ia sedang berusaha mencari jawabannya.
Bahkan, Letisha sahabat dekatnya-tempat Bianca
mencurahkan segala hal, tega merebut Joshua-cinta pertama Bianca. Hal ini yang
membuat Bianca semakin tak mempercayai cinta dan akhir memilih untuk kuliah di
Yogyakarta. Meninggalkan Letisha dan Joshua, dan meninggakan orang tuanya. Ada rasa sedih yang mendalam di hati
Bianca ketika harus meninggalkan Mamanya, ia khawatir Mamanya
akan dipukul oleh Papanya lagi. Namun, akhirnya ia berangkat
ke Yogyakarta setelah Mamanya meyakinkan Bianca bahwa ia akan baik-baik saja
selama Bianca kuliah di Yogyakarta.
Ketika Bianca
sampai di Yogyakarta Bianca tinggal bersama sepupunya bernama Kevin dan Bude Sumiyati.
Beliau sangat menyayangi Bianca seperti anaknya sendiri, ia sangat senang jika
Bianca akan tinggal di Jogjakarta bersama dengannya dan Kevin. Bude Sumiyati
mempercayakan Bianca pada anaknya-Kevin untuk selalu menjaga Bianca.
Suatu hari
Bianca bertemu dengan sosok yang berpostur tinggi besar yang menubruk Bianca
saat berada di shelter Taman Siswa. Sebenarnya,
dorongan pria itu melindungi Bianca dari penumpang yang turun secara brutal dengan
jumlah yang cukup banyak. Berbagai peristiwa yang terjadi karena
ketidaksengajaan dan membuatnya harus bertemu dengan sosok pria bertinggi badan
setinggi rak buku di kamarnya. Mulai dari saat Bianca bertemu dengannya di
Pasar Beringharjo, dan ketika Bianca mengetahui namanya saat ada acara kampus di Merapi. Namanya
adalah Gabriel-senior di universitasnya.
Hari terus
berlalu semakin lama ia semakin dekat dengan Gabriel, ia percaya bahwa Gabriel
akan mengubah hidupnya menjadi lebih berwarna. Awalnya Kevin sepupu Bianca
tidak setuju Bianca dengan Gabriel namun dengan seiring waktu Kevin percaya
bahwa Gabriel memang orang yang tepat bagi Bianca yang mampu membuatnya
tersenyum kembali dari semua masalah yang dihadapinya. Pertemuan
yang selalu terjadi secara tidak sengaja, secara perlahan dan harus melewati
banyak konflik itu akhirnya membuat Bianca menemukan cintanya. Bianca menemukan
Gabriel, begitu pun Gabriel menemukan Bianca.
Pada akhirnya Mama dan Papa
Bianca bercerai. Semua masalah dan beban yang ditanggung oleh mama Bianca
membuatnya lelah dan mengharuskannya berpisah. Letisha pun meminta maaf pada
Bianca karena telah merebut Joshua dan Bianca pun telah memaafkannya. Bianca
pun hidup bahagia bersama Mama, Kevin, Gabriel, dan Bude Sumiyati di kota Yogyakarta.
Kelebihan :
Novel ini dikemas dengan bahasa yang ringan, tidak
terlalu baku dan membosankan serta mudah dipahami oleh seluruh kalangan
pembaca. Pengarang juga menggambarkan latar dengan bagus. Latar Jogja yang dipilih, juga digambarkan
cukup detail. Pembaca akan disuguhi beberapa tempat wisata di Jogja yang
digambarkan dengan narasi yang tidak membosankan.
Kekurangan
:
Dengan gaya remaja yang khas, plot dari novel ini sangat
mudah ditebak dari awal membacanya. Ada beberapa kosakata bahasa Jawa yang
sulit dipahami pembaca umum karena tidak disertai maknanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar